RSS

Tuhan, aku mengorok di kereta…

31 Mar

Memalukan memang, tapi itulah yang terjadi kemarin. Dalam perjalanan pulang menggunakan si biru KRL Southline Tanah Abang – Depok, gw berhasil mendapatkan tempat duduk, keberhasilan gw ini memang tidak perlu dipertanyakan, karena gw cukup lihai mencari posisi dan mencuri start untuk naik ke dalam gerbong ketiga dari depan.

Kebetulan hari kemarin ada audit di kantor, dan para pekerja haram seperti gw, diselundupkan ke ruang karantina di lantai 18. Itu artinya gw ga bisa nyimpen laptop gw di lokernya Om Mas Bos, dan dengan sangat terpaksa –bagai disuruh untuk duduk di pangkuan lelaki setengah baya yang mengalami disorientasi seksual– gw harus membawa pulang beliau (laptop gw, bukan lelaki setengah baya itu) ke kosan… Untunglah tas sport gw ini mempunyai dedicated space buat laptop, paling tidak laptop aman lah.

Duduk di kereta, gw langsung mengantuk –tidak seperti biasanya yang harus menunggu beberapa stasiun hingga tertidur lelap. Mungkin bawaan si jabang laptop kali ya pikir gw, seolah-olah gelembung di depan perut gw itu adalah rahim cangkokan, dan bukan tas berisi laptop –halah. Dan sesaat kemudian semua menjadi gelap, ya iyalah kan gw tidur.

Dalam keadaan masih setengah sadar, gw mendengar suara babi hutan. Ya ampun, ada celeng di dalam kereta ini, gw langsung terbangun dengan kesimpulan yang gw bikin di antara tidur gw tersebut. Tetapi, gw merasa mulut gw terbuka cukup lebar, dan sadarlah gw: “Ya Tuhan, aku mengorok di kereta!!!

Dengan intelejensia gw yang masih tersisa, gw langsung memejamkan mata kembali. Yak, pura-pura tidur lagi adalah solusi yang hebat, gw pikir Socrates pun tidak pernah memikirkan solusi itu –setau gw Socrates ga pernah naek kereta tujuan Depok sih, ga tau kalo gw salah kira.

Dan akhirnya gw kembali tertidur asli, namun di dalam hati gw masih terngiang-ngiang, “Ya Tuhan, aku mengorok di kereta…”

Terbuktilah hipotesa sang pacar bahwa gw suka ngorok jika ketiduran di kursi saat ngapel… πŸ˜€

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2009 in KRL

 

3 responses to “Tuhan, aku mengorok di kereta…

  1. marina

    31 Maret 2009 at 1:38 pm

    ahuahhuahahua….. Yaa itu lah ayaah. Gak butuh waktu lama buat “nguik2 grook”.hahahaha

    Dengan mulut nganga, kepala ke atas, keluar bunyi2 menggiurkan buat nyemplungin kacang sukro biar kesedak…hehehe

    masa baru nyadar sih sayang?

    mudah2an nanti klo udah bobo bareng (halah), aku tetep bisa bobo yaa dg kamu yg kayak gitu…hihihi

    but still, you’re my only…. Love youu aach
    :-*

     
  2. hilmiiy

    31 Maret 2009 at 1:45 pm

    yeee, itu kan cuma kalo bobonya duduk… weeee πŸ˜›

     
  3. marina

    31 Maret 2009 at 2:12 pm

    klo keboboan di sofa ruang tamu (dg posisi tdk duduk), kamu juga nguik2 grook, emang ga nyadar ya? hihi yaiyalah…mana ada org lg pules tp nyadar…

    Ok then, next time, bun rekam pas km ngorok yaaak….hihihihihii terus lgsg diupload di video di FB
    :))

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: