Oleh: hilmiiy | 31 Maret 2009

Tuhan, aku mengorok di kereta…

Memalukan memang, tapi itulah yang terjadi kemarin. Dalam perjalanan pulang menggunakan si biru KRL Southline Tanah Abang – Depok, gw berhasil mendapatkan tempat duduk, keberhasilan gw ini memang tidak perlu dipertanyakan, karena gw cukup lihai mencari posisi dan mencuri start untuk naik ke dalam gerbong ketiga dari depan.

Kebetulan hari kemarin ada audit di kantor, dan para pekerja haram seperti gw, diselundupkan ke ruang karantina di lantai 18. Itu artinya gw ga bisa nyimpen laptop gw di lokernya Om Mas Bos, dan dengan sangat terpaksa –bagai disuruh untuk duduk di pangkuan lelaki setengah baya yang mengalami disorientasi seksual– gw harus membawa pulang beliau (laptop gw, bukan lelaki setengah baya itu) ke kosan… Untunglah tas sport gw ini mempunyai dedicated space buat laptop, paling tidak laptop aman lah.

Duduk di kereta, gw langsung mengantuk –tidak seperti biasanya yang harus menunggu beberapa stasiun hingga tertidur lelap. Mungkin bawaan si jabang laptop kali ya pikir gw, seolah-olah gelembung di depan perut gw itu adalah rahim cangkokan, dan bukan tas berisi laptop –halah. Dan sesaat kemudian semua menjadi gelap, ya iyalah kan gw tidur.

Dalam keadaan masih setengah sadar, gw mendengar suara babi hutan. Ya ampun, ada celeng di dalam kereta ini, gw langsung terbangun dengan kesimpulan yang gw bikin di antara tidur gw tersebut. Tetapi, gw merasa mulut gw terbuka cukup lebar, dan sadarlah gw: “Ya Tuhan, aku mengorok di kereta!!!

Dengan intelejensia gw yang masih tersisa, gw langsung memejamkan mata kembali. Yak, pura-pura tidur lagi adalah solusi yang hebat, gw pikir Socrates pun tidak pernah memikirkan solusi itu –setau gw Socrates ga pernah naek kereta tujuan Depok sih, ga tau kalo gw salah kira.

Dan akhirnya gw kembali tertidur asli, namun di dalam hati gw masih terngiang-ngiang, “Ya Tuhan, aku mengorok di kereta…”

Terbuktilah hipotesa sang pacar bahwa gw suka ngorok jika ketiduran di kursi saat ngapel… :D

Oleh: hilmiiy | 9 Maret 2009

Dalam Derai Djalanan

Dalam deras hujan aku mengular
Mencoba terkurung dalam rasa sabar
Bara nan merah begitu menyebar
Memupus senyum yang terpapar

Ah lelah memaksu berhenti
Berhenti menekan tuts-tuts hitam ini

Oleh: hilmiiy | 16 Februari 2009

Seperti Semua Salahku

For the sake of this restless soul
For every second it took from me
For one question i have to ask
And for an answer that seems so blurred to me

Is it really my mistake?

Oleh: hilmiiy | 15 Januari 2009

June?

what will be happened at June?
I am gonna say goodbye to my workmate…
But, will I say it to my company too?

Dunno, but hope so…

Oleh: hilmiiy | 18 Desember 2008

Jika Gw Stress dengan Pekerjaan Gw

Iseng nulis, setelah melakukan iseng mikir. Dapet deh ide iseng ini, karena cuma iseng, jadi silakan dibalas iseng, tapi jangan tulisan gw ini dianalisis secara serius, apalagi bawa-bawa pakar telematika kenamaan kita itu, percuma hehehe…

Jadi beginih…

Gw berpikir bijimana n bijisiapa, eh bagaimana kalo misalnya gw bosan dengan pekerjaan gw yang sekarang. Tentunya gw harus mencari hal lain yang menarik untuk dikerjakan dan menarik sejumlah banyak duit dari rekening orang ke rekening gw kan? Nah, kira-kira celah usaha apa yang bakalan sukses untuk dikerjakan hari gini? Gw punya ide BRILLIANT yang kalo dikerjakan akan membuat sukses datang dalam waktu dekat…

Here’s my idea:

1. Saat ini banyak bangged band baru bermunculan di tanah air dan menuai sukses. KESIMPULAN NO. 1 –> Bikin band adalah jalan yang bagus menuju sukses.

2. Kalau memutuskan bikin band, harus dipilih juga aliran musik dan segmennya. Ternyata band yang laku sekarang aliran musiknya kebanyakan berirama melayu! KESIMPULAN NO. 2 –> Gw akan bikin band yang rada mendangdut!

3. Segmen? nah untuk urusan ini gw punya ide yang sangat-sangat BRILLIANT! Segmen yang akan kita garap adalah pasar anak kecil dan balita, sejak jamannya Joshua dan kawan-kawan, kayaknya sampe sekarang ini sangat jarang tuh perusahaan rekaman ngeluarin album anak-anak. KESIMPULAN No. 3 –> Segmen musik untuk anak-anak akan gw garap.

4. Realisasi (dalam mimpi):
Usaha band yang gw rintis ini nantinya akan sukses besar, karena anak kecil belum ngarti beli bajakan. Sekalian aja gw tambahin promo, kalo beli album asli dapat hadiah mainan, kayak jualan sepatu anak-anak yang berhadiah mainan, eh apa jualan mainan berhadiah sepatu anak-anak ya?

Selain penjualan album yang laris manis, penghasilan juga bakal gw dapat dari provider2 telekomunikasi, karena lagu-lagu gw pasti bakal laris juga didownload sebagai ringtone, atau dipake buat ringback tone.

Ini nih bagian yang paling penting n gw suka:

Bahkan, provider tukang odong-odong harus bayar royalti ke gw kalo mereka mau nyetel lagunya di setiap odong-odong operasional mereka…

Dan kemudian… lagu-lagu gw bakal berkibar di seluruh penjuru negeri, di televisi, di stasiun kereta (di tukang VCD bajakan), di bus-bus (ringtone hp-nya orang2), TERUTAMA di kampung-kampung lewat para laskar tukang odong-odong…

I love odong-odong :D

Kenapa? ada yang heran dengan rencana gw? tolong dibaca lagi deh judul postingan ini huehehe

Oleh: hilmiiy | 12 Desember 2008

Turun dari Langit

Menggapai langit, aku lakukan dengan meninggalkan jejak di tiap anak tangga…
Sementara turun dari langit, aku terjatuh karena sebuah missed call yang berujung petaka…

But a champion is not the one who has never fail, but the one who can start it again and correct the failure by himself…

Bersiaplah… Bersiaplah…

Oleh: hilmiiy | 10 Nopember 2008

Sepi

Kenapa terasanya sepi sekali saat ini?

a. Karena ini Senin? Emang kenapa dengan Senin? Salah ga sih kalo tiap berangkat kerja di hari Senin, yang ada di pikiran itu pengen cepet-cepet Jumat?
b. Karena gw ga enak badan? Ada hubungannya ga sih?
c. Karena banyak yang ga masuk kantor hari ini? Ah sama aja buat gw mah…
d. Karena ga ada yang nemenin YM-an? hihi… Ga apa-apa kali sehari ga YM-an mulu…
e. Jadi sepi kenapa? karena apa? karena sepi? Iya deh kayanya… :P

Oleh: hilmiiy | 6 Nopember 2008

Menunggu

DIkutip dari lagunya Ribas – Menunggu

“Menunggu… ternyata menyakitkan…”

Oleh: hilmiiy | 3 Nopember 2008

Tentunya…

Kursi itu sekarang kosong, belum cukup terasa karena hari ini memang sepi dan kelam…

Segera, setelah luang datang untukku, kelam dan sepi tak cuma dibawa hari ini, tapi juga cekaman suasana kesendirian…

Dan saat sore mulai datang, hening itu akan makin terasa…

Orang datang dan pergi…

Saatnya mencari teman seperjalanan baru…

Oleh: hilmiiy | 29 Oktober 2008

Rutinitaskah?

Sesudah sebuah ujian yang gw persiapkan untuk dihadapi, ujian lainnya menyeruak. Ujian yang lama dan selalu muncul seakan seperti rutinitas yang membebat keinginan gw berekspresi melalui kodingan gw dan style-nya…

Yah, semoga tetep bisa gw lewati dengan baik, amien…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori